INFORMASI CST UMUM
  • Laporan Simposium Bangkok HIVNAT ke-16 (PDF 44KB) – 16th Bangkok Symposium on HIV Medicine (Simposium Bangkok Pengobatan HIV ke-16), dilaksanakan oleh HIV-NAT 16-18 Januari 2013, Ini laporan singkat oleh Chris Green dari SpiritiA
  • Laporan Simposium Bangkok HIVNAT ke-15 (PDF 65KB) – 15th Bangkok Symposium on HIV Medicine (Simposium Bangkok Pengobatan HIV ke-15), dilaksanakan oleh HIV-NAT 18-20 Januari 2012, Ini laporan singkat oleh Chris Green dari Spiritia.
  • Laporan Simposium Bangkok HIVNAT ke-14 (PDF 48KB) – 14th Bangkok Symposium on HIV Medicine (Simposium Bangkok Pengobatan HIV ke-14), dilaksanakan oleh HIV-NAT 19-21 Januari 2011, Ini laporan singkat oleh Chris Green dari Spiritia.
  • Laporan Simposium Bangkok HIVNAT ke-13 (PDF 46KB) – 13th Bangkok Symposium on HIV Medicine (Simposium Bangkok Pengobatan HIV ke-13), dilaksanakan oleh HIV-NAT 20-22 Januari 2010, Ini laporan singkat oleh Chris Green dari Spiritia.
  • Laporan Simposium Bangkok HIVNAT ke-12 (PDF 42KB) – 12th Bangkok Symposium on HIV Medicine (Simposium Bangkok Pengobatan HIV ke-12), dilaksanakan oleh HIV-NAT 14-16 Januari 2009, Ini laporan singkat oleh Chris Green dari Spiritia.
  •  Laporan Simposium Bangkok HIVNAT ke-11 (PDF 53KB) – 11th Bangkok Symposium on HIV Medicine (Simposium Bangkok Pengobatan HIV ke-11), dilaksanakan oleh HIV-NAT 16-18 Januari 2008, Ini laporan singkat oleh Chris Green dan Caroline dari Spiritia.
  • Laporan Simposium Bangkok HIVNAT ke-10 (PDF 33KB) – 10th Bangkok Symposium on HIV Medicine (Simposium Bangkok Pengobatan HIV ke-10), dilaksanakan oleh HIV-NAT 17-19 Januari 2007, Ini laporan singkat oleh Chris Green dari Spiritia.
  •  Enam Pedoman Baru WHO. WHO baru-baru ini menerbitkan enam pedoman baru: ART untuk orang dewasa; ART untuk anak; ARV untuk perempuan hamil dan mencegah penularan pada bayi; penggunaan terapi pencegahan kotrimoksazol; stadium klinis; dan mentoring klinis
  • Laporan Singkat: Simposium Bangkok Pengobatan HIV ke-9 (PDF 26KB) – 9th Bangkok Symposium on HIV Medicine (Simposium Bangkok Pengobatan HIV ke-9), dilaksanakan oleh HIV-NAT 18-20 Januari 2006, Ini laporan singkat oleh Chris Green dari Spiritia, yang mengadiri simposium tersebut didanai oleh IHPCP.

  • Enam Pedoman Baru WHO. 

    WHO baru-baru ini menerbitkan enam pedoman baru: ART untuk orang dewasa; ART untuk anak; ARV untuk perempuan hamil dan mencegah penularan pada bayi; penggunaan terapi pencegahan kotrimoksazol; stadium klinis; dan mentoring klinis. Berikut adalah pengumuman dari situs web WHO mengenai masing-masing pedoman.

     

    Terapi antiretroviral untuk infeksi HIV pada orang dewasa dan remaja di negara terbatas sumber daya: menuju akses universal

    Usulan untuk pendekatan kesehatan masyarakat

    Terbitan ini bermaksud untuk menjadi alat referensi untuk negara terbatas sumber daya waktu mereka mengembangkan atau merevisikan pedoman nasional untuk penggunaan terapi antiretroviral (ART) pada orang dewasa dan remaja pascapubertas – remaja prapubertas harus mengikuti pedoman pediatrik WHO. Materi disediakan berdasarkan bukti terkini, termasuk pilihan pengobatan ART yang baru, dan pengalaman dari program peningkatan ART yang sudah terbentuk. Pendekatan yang disederhanakan, dengan standar berdasarkan bukti (evidence-based), tetap menjadi dasar usulan WHO untuk mulai ART dan memantaunya.

    Pedoman ini terutama bermaksud untuk dipakai oleh pimpinan program HIV nasional dan wilayah, pimpinan LSM yang menyediakan layanan perawatan untuk HIV, dan para pembuat kebijakan lain yang terlibat dalam peningkatan perawatan HIV yang komprehensif dan ART di negara terbatas sumber daya. Namun, informasi teknis dan klinis yang komprehensif dan terkini mengenai penggunaan ART juga membuat pedoman ini berguna untuk para dokter di rangkaian terbatas sumber daya. Usulan yang disediakan dalam pedoman ini dibuat berdasarkan tingkat bukti yang berbeda dari uji coba klinis yang dilakukan secara acak, penelitian ilmiah mutu tinggi, data pengamatan kelompok, dan, bila bukti yang cukup belum tersedia, pendapatan dari para ahli. Kekuatan usulan bermaksud untuk menunjukkan sampai tingkat apa usulan tersebut sebaiknya dipertimbangkan oleh program nasional atau wilayah.

    Efektif-biaya tidak dipertimbangkan sebagai bagian dari usulan, walaupun kenyataan sumber daya manusia, prasarana sistem kesehatan dan masalah sosioekonomis seharusnya dipertimbangkan saat usulan disesuaikan untuk program wilayah dan nasional.

    Download pedoman

    Terapi antiretroviral untuk infeksi HIV pada bayi dan anak di negara terbatas sumber daya: menuju akses universal

    Usulan untuk pendekatan kesehatan masyarakat

    Cara yang paling efisien dan efektif-biaya untuk menangani HIV pediatrik secara global adalah untuk mengurangi penularan dari ibu-ke- bayi (MTCT). Namun, setiap hari terjadi hampir 1500 infeksi baru pada anak di bawah usia 15 tahun, lebih dari 90 persen di antaranya terjadi di negara berkembang, dan kebanyakan terkait dengan MTCT. Bayi terinfeksi HIV sering ditemukan dengan gejala klinis pada tahun pertama hidupnya, dan pada usia satu tahun diperkirakan sepertiga bayi terinfeksi HIV sudah meninggal dunia, sementara kurang lebih separo pada usia 2 tahun. Jadi ada kebutuhan penting untuk menyediakan terapi antiretroviral (ART) untuk anak yang ternyata terinfeksi walau ada upaya untuk mencegah infeksi tersebut.

    ART mengubah keadaan infeksi HIV secara bermakna di negara yang sudah menyediakannya. Bayi dan anak terinfeksi HIV sekarang bertahan hidup sampai masa remaja dan dewasa. Tantangan pemberian asuhan HIV sudah berubah untuk menjadi masalah pemberian asuhankronis serta akut. Pada rangkaian terbatas sumber daya, banyak di antaranya negara yang paling terpukul oleh epidemi ini, upaya luar biasa yang dilakukan sejak dikembangkan tujuan ‘3 pada 5’ dan komitmen global untuk meningkatkan akses pada ART secara cepat mengakibatkan kemajuan yang hebat.

    Namun, desakan dan kekuatan upaya ini kurang berhasil dalam meningkatkan penyediaan ART pada anak terinfeksi HIV. Hambatan yang bermakna terhadap peningkatan perawatan pediatrik tetap ada, termasuk skrining terbatas untuk HIV, kekurangan teknologi tes diagnostik yang sederhana dan terjangkau, kelangkaan kemampuan SDM, advokasi dan pemahaman yang tidak cukup bahwa ART adalah efektif untuk anak, pengalaman terbatas dengan pedoman pengobatan baku yang disederhanakan, serta ketiadaan bentuk ARV pediatrik yang praktis dan mampu dibiayai. Lagi pula, kebutuhan untuk mengobati semakin banyak anak terinfeksi HIV menyoroti desakan utama untuk mencegah penularan virus dari ibu-ke-bayi pada awal.

    Pedoman WHO untuk penggunaan ART pada anak dipertimbangkan dalam pedoman untuk orang dewasa yang diterbitkan pada 2004. Pedoman komprehensif ini yang direvisi dan berdiri sendiri berdasarkan pendekatan kesehatan masyarakat dikembangkan untuk mendukung dan memudahakan penatalaksanaan dan peningkatan ART untuk bayi dan anak.

    Download pedoman

    ARV untuk mengobati perempuan hamil dan pencegahan infeksi HIV pada bayi dalam rangkaian terbatas sumber daya: menuju akses universal

    Usulan untuk pendekatan kesehatan masyarakat

    Pedoman tentang ARV untuk Mengobati Perempuan Hamil dan Pencegahan Infeksi HIV pada Bayi dalam Rangkaian Terbatas Sumber Daya yang direvisi adalah konsisten dengan, dan bertujuan untuk mendukung, Panggilan untuk Tindakan Menuju Generasi Bebas HIV dan Bebas AIDS. Dokumen tersebut adalah salah satu dari seri tiga pedoman yang diterbitkan pada waktu yang sama, yang memberi usulan dikembangkan oleh WHO dan mitranya untuk mendukung pendekatan kesehatan masyarakat pada terapi antiretroviral (ART) dalam rangkaian terbatas sumber daya.

    Dokumen ini mengandung usulan untuk penggunaan obat ARV pada perempuan hamil untuk kesehatan dirinya sendiri dan untuk mencegah penularan HIV pada bayi dan anak muda, serta rangkuman mengenai dasar pemikiran ilmiah untuk usulan tersebut. Khususnya, terbitan bertujuan pada menyediakan tunjukan untuk membantu kementerian kesehatan nasional mengenai pemberian ART untuk perempuan hamil dengan indikasi untuk pengobatan, dan mengenai seleksi rejimen profilaksis ARV yang akan dimasukkan pada program untuk mencegah penularan dari ibu-ke-bayi (MTCT), dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kendali dalam sistem kesehatan di berbagai rangkaian.

    Pedoman tersebut terutama bertujuan pada para perencana dan pemimpin program tingkat nasional yang bertanggung jawab untuk merancang layanan untuk PMTCT dan pemberian ART untuk perempuan. Pedoman juga adalah acuan yang berguna untuk petugas layanan kesehatan terlibat dalam upaya untuk mengurangi infeksi HIV pada bayi dan anak mudah, serta memberi pengobatan dan perawatan pada perempuan yang hidup dengan HIV.

    Download pedoman

    Pedoman untuk profilaksis kotrimoksazol untuk infeksi terkait HIV di antara anak, remaja dan orang dewasa dalam rangkaian terbatas sumber daya

    Usulan untuk pendekatan kesehatan masyarakat

    Pada negara dengan keberhasilan tinggi, profilaksis kotrimoksazol di antara anak (baik terpajan HIV dan mereka yang hidup dengan HIV) serta orang dewasa dan remaja yang hidup dengan HIV sudah lama menjadi perawatan baku (standard of care). WHO dan UNAIDS belum membuat pedoman untuk program nasional dalam rangkaian terbatas sumber daya. Dalam ketiadaan pedoman yang jelas, negara dan program lambat menerapkan profilaksis kotrimoksazol, sebuah tindakan murah, sederhana, dan yang menyelamatkan jiwa.

    Tujuan pedoman ini adalah untuk memberikan usulan teknik dan operasional secara global untuk penggunaan profilaksis kotrimoksazol pada anak terpajan HIV, anak yang hidup dengan HIV, serta remaja dan orang dewasa yang hidup dengan HIV dalam konteks peningkatan perawatan HIV dalam rangkaian terbatas sumber daya.

    Download pedoman

    Usulan WHO untuk mentoring klinis untuk mendukung peningkatan perawataan, terapi antiretroviral dan pencegahan HIV dalam rangkaian sumber daya terbatas

    Mentoring (bimbingan) klinis adalah sistem pelatihan praktis dan konsultasi yang membantu perkembangan profesional secara terus-menerus untuk mencapai perawatan klinis yang bermutu tinggi dan berkesinambungan. Keahlian dalam penatalaksanaan terapi antiretroviral (ART) daninfeksi oportunistik (IO) sering tidak ditemukan pada tim pimpinan tingkat daerah pada program yang dimulai untuk meningkatkan pengobatan HIV.

    Seorang mentor klinis dalam konteks ART adalah dokter dengan keahlian yang bermakna dalam ART dan IO yang dapat memberikan mentoring terus- menerus pada petugas klinis HIV yang kurang berpengalaman, dengan menjawab pertanyaan, meninjau kasus klinis, memberikan umpan balik dan membantu dengan manajemen kasus. Mentoring ini terjadi saat kunjungan ke tempat serta dengan konsultasi melalui telepon dan E-mail. Mentoring klinis adalah sangat penting untuk membangun jaringan daerah yang sukses meliputi petugas layanan kesehatan untuk perawatan dan pengobatan HIV yang terlatih di rangkaian terbatas sumber daya.

    Terbitan ini membahas dasar pemikiran dan relevansi mentoring klinis pada pendekatan kesehatan masyarakat untuk peningkatan perawatan dan ART HIV. Pembahasan ini berdasarkan Planning Consultation on Clinical Mentoring: Approaches and Tools to Support Scaling-up of Antiretroviral Therapy and HIV Care in Low-resource Settings, Geneva, Switzerland, 7-8 Maret 2005, dan Working Meeting on Clinical Mentoring: Approaches and Tools to Support the Scaling-up of Antiretroviral Therapy and HIV Care in Low-resource Settings, Kampala, Uganda, 16-18 Juni 2005.

    Download pedoman

    Definisi WHO kasus HIV untuk surveilans serta revisinya stadium klinis dan klasifikasi imunologis untuk penyakit terkait HIV pada orang dewasa dan anak

    Dengan tujuan untuk memudahkan peningkatan akses pada terapi antiretroviral (ART), dan sesuai dengan pendekatan kesehatan masyarakat, terbitan ini merangkum revisi baru yang dibuat oleh WHO dalam definisi kasus untuk surveilans HIV serta stadium klinis dan klasifikasi imunologis penyakit terkait HIV. Definisi kasus HIV didefinisikan dan disesuaikan dengan stadium klinis dan klasifikasi imunologis untuk memudahkan surveilans terkait HIV yang lebih baik, untuk lebih baik memantau kejadian, prevalensi dan beban pengobatan HIV, dan untuk merencanakan tanggapan kesehatan masyarakat yang sesuai.

    Stadium klinis dan klasifikasi imunologis HIV yang direvisi bermaksud untuk membantu penatalaksanaan klinis HIV, terutama pada rangkaian dengan kemampuan laboratorium yang terbatas. Revisi akhir yang tercantum di sini didasari sebuah seri konsultasi wilayah dengan Negara Anggota di semua wilayah WHO, yang dilakukan selama 2004 dan 2005, komentar dari konsultasi umum, dan pertimbangan pada pertemuan konsensus global dilakukan pada April 2006.

    Download pedoman